Peran dan Fungsi Public Relation
Public Relations (PR) atau Hubungan masyarakat,
sering disingkat humas adalah praktik mengelola penyebaran informasi
antara individu atau organisasi dan masyarakat. Humas dapat mencakup
sebuah organisasi atau individu yang mendapatkan eksposur ke khalayak
mereka menggunakan topik kepentingan publik dan berita yang tidak
memerlukan pembayaran langsung.
Peran Public Relations
Praktisi yang berperan sebagai expert prescriber akan mengidentifikasikan masalah, mengembangkan rancangan program, dan memegang tanggung jawab penuh dalam implementasi program yang telah dirancangnya itu. Kegagalan dan keberhasilan suatu program, oleh klien, sepenuhnya merupakan tanggung jawab expert prescriber ini.
Adapun beberapa indikator yang menunjukkan seseorang memainkan peran ini adalah :
Adapun beberapa indikator yang menunjukkan peran communication fascilitator adalah :
Indikator-indikator yang menunjukkan seseorang berperan sebagai problem solving fascilitator adalah sebagai berikut :
Syarat yang diperlukan bagi seorang communication technician adalah kreatif, artistik dan mempunyai keterampilan teknis.
Beberapa indikator yang menunjukkan peran seorang communication technician adalah sebagai berikut :
Ketiga peran pertama dikelompokkan ke dalam peran manajerial karena memerlukan kemampuan strategic thinking dalam melakukan pekerjaannya, tidak semata hanya keterampilan saja.
Sedangkan communication technician masuk ke dalam kategori teknisi karena pekerjaannya semata-mata menggunakan keterampilan dan ia tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Peran Public Relations (PR) atau Hubungan masyarakat didalam sebuah perusahaan dibagi menjadi empat kategori utama, menurut Cutlip et al, (2000), yaitu :
1. Expert prescriber
Seorang expert prescriber adalah seorang yang menjalankan peran seperti seorang konsultan. Ia adalah seorang yang dapat dipercaya untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Hubungan dengan klien seperti hubungan antara dokter dengan pasien dimana pasien hanya pasif mendapat masukan dan nasehat.Praktisi yang berperan sebagai expert prescriber akan mengidentifikasikan masalah, mengembangkan rancangan program, dan memegang tanggung jawab penuh dalam implementasi program yang telah dirancangnya itu. Kegagalan dan keberhasilan suatu program, oleh klien, sepenuhnya merupakan tanggung jawab expert prescriber ini.
Adapun beberapa indikator yang menunjukkan seseorang memainkan peran ini adalah :
- Membuat kebijakan komunikasi
- Mendiagnosa masalah-masalah PR
- Merencanakan dan merekomendasikan tindakan yang harus dilakukan
- Bertanggung jawab atas semua keberhasilan maupun kegagalan.
- Orang lain menilai bahwa ia merupakan seorang pakar
- Orang lain dalam organisasi menganggap bahwa ia adalah seorang yang patut dipercaya
2. Communication fascilitator
Peran ini menempatkan praktisi PRsebagai seorang pendengar yang baik dan penyedia informasi. Fungsi praktis adalah sebagai penghubung, interpreter, dan mediator antara organisasi dengan publiknya. Peran ini mencoba memelihara komunikasi dua arah dan memfasilitasi pertukaran informasi dengan menciptakan dan memelihara saluran-saluran mediamedia komunikasi yang diperlukan. Peran ini ada berdasarkan asumsi bahwa komunikasi dua arah yang efektif akan meningkatkan kualitas keputusan organisasi dan publik mengenai antara lain kebijakan, prosedur, tindakan dan hubungan yang saling menguntungkan.Adapun beberapa indikator yang menunjukkan peran communication fascilitator adalah :
- Menjaga agar pihak manajemen selalu mendapat informasi terbaru
- Melaporkan setiap hasil survei opini publik
- Menciptakan peluang agar pihak manajemen selalu mendengarkan pandangan-pandangannya
- Menjaga agar setiap orang dalam organisasi tersebut memperoleh informasi
- Melakukan audit komunikasi
- Mewakili organisasi dalam setiap pertemuan dan acara-acara
3. Problem solving fascilitator
Praktisi yang menjalankan peran ini bekerja besama-sama dengan para manajer untuk memecahkan masalah. Praktisi PR menjadi bagian dari tim strategis. Hal ini bisa terjadi bila praktisi PR mampu mempergunakan dan menunjukkan keterampilan dan nilai dirinya dalam membantu manajemen dalam memecahkan masalah.Indikator-indikator yang menunjukkan seseorang berperan sebagai problem solving fascilitator adalah sebagai berikut :
- Memenuhi kebutuhan akan perencanaan PR yang sistematis
- Bekerja sama dengan pihak manajemen dalam meningkatkan keterampilan
- Meningkatkan partisipasi manajemen
- Menjaga agar pihak manajemen selalu terlibat secara aktif
- Beroperasi sebagai katalis
- Membuat beberapa alternatif untuk keperluan memecahkan masalah.
4. Communication technician
Praktisi PR dikatakan berperan sebagai communication technician bila pekerjaannya sehari-hari hanyalah menerima perintah dari atasan. Umumnya, pekerjaan yang dilakukan antara lain, menulis, mengedit, membuat press release, website, annual report, mempersiapkan pidato dan pekerjaan teknis lainnya.Syarat yang diperlukan bagi seorang communication technician adalah kreatif, artistik dan mempunyai keterampilan teknis.
Beberapa indikator yang menunjukkan peran seorang communication technician adalah sebagai berikut :
- Menulis materi-materi PR
- Mengedit / menulis kembali untuk pengecekan tata bahasa
- Menangani aspek-aspek teknis
- Memproduksi brosur dan pamflet
- Melakukan aktivitas fotografi dan desain grafis
- Memelihara kontak dengan media dan mengirim press release
Ketiga peran pertama dikelompokkan ke dalam peran manajerial karena memerlukan kemampuan strategic thinking dalam melakukan pekerjaannya, tidak semata hanya keterampilan saja.
Sedangkan communication technician masuk ke dalam kategori teknisi karena pekerjaannya semata-mata menggunakan keterampilan dan ia tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Fungsi Public Relations
Menurut Maria (2002), dalam buku Suryanto (2015) “Public relations merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi, harus memberikan identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut.”Hal tersebut sekadar memberikan gambaran tentang fungsi public relations, yaitu sebagai berikut :
-
Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling
adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada
umumnya.
-
Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang dapat diterima dan menguntungkan semua pihak.
-
Unsur penting dalam manajemen untuk mencapai tujuan yang spesifik,
sesuai dengan harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau
perusahaan.
-
Menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan
dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya,
yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang
bersangkutan
Tugas Pokok Public Relations
Adapun dalam menjalankan fungsi dalam manajemen PR memiliki beberapa tugas pokok, yaitu :
-
Menurut Cutlip et al (2006) yang pertama adalah menulis dan mengedit,
dimana PR membuat rilis berita baik dalam bentuk cetak atau siaran,
cerita feature, newsletter untuk karyawan dan stakeholder, iklan
institusional dan materi-materi pendukung lainnya.
-
Hubungan media dan penempatan media dimana PR
menghubungi media-media seperti surat kabar dan majalah agar mereka mau
mempublikasikan berita dan feature tentang perusahaan yang di tulis oleh
PR sendiri atau orang lain, kemudian PR juga merespon permintaan
informasi oleh media, memberikan verifikasi berita, dan membuka akses ke
sumber otoritas.
-
Melakukan riset, dimana PR mengumpulkan informasi
tentang opini publik, tren dan isu yang sedang terjadi, iklim politik
dan peraturan-peraturan dari pemerintah, liputan media, opini kelompok
kepentingan dan pandanganpandangan pihak lain yang berpengaruh terhadap
stakeholder dari perusahaan, selain itu PR juga mencari data lewat
internet, jasa online dan data pemerintah dalam bentuk elektronik dan
kemudian mendesain riset program, melakukan survei dan menyewa
perusahaan riset.
-
Manajemen dan administrasi dimana PR melakukan
kegiatan pemrograman dan perencanaan dengan bekerja sama dengan manajer
lain untuk menentukan kebutuhan, menentukan prioritas, mendefinisikan
publik, seting dan tujuan, dan mengembangkan strategi dan taktik, PR
menata staff dari divisinya, anggaran dan jadwal program dari divisi PR.
-
Konseling, dimana PR memberi saran kepada manajemen
dalam masalah sosial, politik, dan peraturan, berkonsultasi dengan tim
manajemen mengenai cara menghindari atau merespon krisis dan kemudian
bekerja sama dengan eksekutif perusahaan untuk menyusun strategi
mengelola atau merespon isu-isu sensitif dan kritis.
-
PR mengadakan special event, dimana PR
mengatur dan mengelola acara-acara khusus seperti konfrensi pers, open
house, grand opening, acara pengumpulan dana, program penghargaan dan
kegiatan-kegiatan khusus lainnya.
-
Menjadi juru bicara dalam pidato, melatih orang lain untuk memberikan kata sambutan dan mengelola juru bicara di depan audien penting.
-
Melakukan produksi, dimana ia membuat saluran
komunikasi dengan menggunakan keahlian dan pengetahuan media, termasuk
seni, tipografi, fotografi, tata letak, mempersiapkan presentasi audio
visual, perekaman dan mengedit audio dan video.
-
Melakukan kegiatan pelatihan untuk mempersiapkan eksekutif dan juru bicara lain
untuk menghadapi media dan tampil dihadapan publik, kemudian PR juga
memberikan petunjuk kepada anggota internal perusahaan untuk
meningkatkan kemampuan komunikasi dan menulis serta membantu
memperkenalkan perubahan dalam budaya, kebijakan, struktur, dan proses
dalam organisasi perusahaan.
-
Melakukan kontak atau sebagai penghubung dengan media, komunitas, dan kelompok eksekutif eksternal lainnya.
Selain itu PR juga menjadi mediator antara perusahaan dengan
stakeholder penting untuk mendengarkan pendapat, melakukan negosisasi,
mengelola konflik, dan menjalin kesepakatan, dan yang terakhir adalah
menjadi tuan rumah dengan melakukan pertemuan dan menyambut tamu dan
pengunjung yang datang
Komentar
Posting Komentar